Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Hujan

Kadang, entah kenapa aku menyukai hujan hingga lupa rasanya lara. Kadang juga, aku sangat membencinya hingga senang untuk memakinya. Aku tidak terobsesi dengannya, aku juga tidak ingin terus-terusan dengannya. Mungkin karena tetesannya. Iya. Tetesannya membawa kenangan manis sampai aku merasakan bahagia karena terus-terusan tertawa. Berganti hari, tetesannya membawa kenangan pahit sampai aku semangat menangis. Tapi itu semua kusadari hanyalah kesalahanku. Bukan kesalahannya. Kalau difikir-fikir bagaimana bisa hujan tidak menetes. Itu hanyalah aku yang sensi. Menganggap semuanya menyakiti diri. Inilah aku yang tidak bisa mengendalikan diriku hingga melampiaskan semuanya padanya. Seharusnya aku bersikap biasa. Biasa jika itu akan selalu terjadi. Kenapa aku harus seperti ini. Berulang-ulang kali. Untungnya hujan tak seperti aku. Dia selalu datang tanpa harus menyalahkanku, tanpa harus mengomentariku. Itu dia.

Sepi

Sebuah kata yang tak asing Sangat melekat Seperti memeluk dan tak ingin lepas Sebenarnya setiaku tak ingin untukmu Seharusnya memang bukan padamu Seandainya bukan hanya Tuhan yang tahu Sepiku ini sudah seperti sajak Sajak lama tapi selalu terdengar baru Sangat muak aku membacanya Sudah bosan aku rasanya Selalu menulis dengan judul yang sama Seakan hidupku telah tercipta untukmu Selama apa waktu jodohku denganmu Sepanjang mana aku pergi denganmu Sudahi saja ini semua, tolong